Pos

Tergolong Tipe Investor seperti Apakah Anda

Gambar
Terkadang berinvestasi di saham tidaklah “sama” hasilnya untuk setiap orang, ada yang terlihat diam dan jarang melakukan transaksi namun menghasilkan banyak keuntungan, ada yang aktif di grup ataupun forum, rajin buy and sell namun hasilnya tidak seberapa. Ada juga yang baru start 2 tahun lalu namun menghasilkan realisasi keuntungan melebihi yang start sudah 5 tahun lalu misalnya. Hal ini balik lagi kepada kemampuan investor tersebut dalam mempelajari saham lebih baik dan salah satu hal yang penting lainnya dari sekian banyak faktor yang ada adalah karakter atau personality orang tersebut. 
Berdasarkan banyak penelitian, perbedaan preferensi dan kepribadian, ditambah dengan kemampuan emosional dan bias dalam perilaku, memiliki dampak yang signifikan terhadap bagaimana cara kita berinvestasi. Hal ini sering disebut dengan behavioral finance. Baca juga artikel : Random Walk Theory
Terdapat 4 jenis tipe investor menurut CFA Institute, masing-masing tipe memiliki bias prilaku yang khusus. M…

Stock Split dan Reverse Stock Split Tujuannya Meningkatkan Likuiditas Saham atau Sebaliknya

Gambar
Akhir-akhir ini di Bursa Efek Indonesia sering terdengar istilah stock split dan reverse stock split seperti yang dilakukan oleh UNSP baru-baru ini. Sebenarnya apa kegunaan dari stock split ini dan mengapa perusahaan emiten memilih melakukan stock split atau malah kebalikannya yaitu reverse stock split?. Btw, artikel ini saya ambil intinya dari investopedia.com, but everything there in English so ada baiknya saya mencoba mengubahnya menjadi bahasa dalam konteks yang lebih disederhanakan agar banyak orang yang dapat mempelajari ilmunya dengan lebih mudah. 
Anggap misalnya anda memiliki uang sebesar Rp 100.000,00 sebanyak 1 lembar dan ada seseorang yang menawarkan untuk menukar uang tersebut menjadi 2 lembar pecahan Rp 50.000,00. Apakah anda akan menyetujui tawaran tersebut??. Tentu saja jika uang yang ditukarkan tersebut asli, bersih dan ga lecek besar kemungkinan anda fine-fine saja dengan tawaran tersebut toh nilainya sama saja bukan?. Sama-sama 100.000 rupiah namun dalam bentuk yang …

Enterprise Value dan Penggunaannya dalam Mengukur Kewajaran Suatu Perusahaan

Gambar
Ketika memutuskan berinvestasi di saham maka penggunaan rasio-rasio keuangan serta istilah-istilah keuangan akan menjadi suatu hal yang wajib dipelajari agar mengetahui lebih dalam seperti apa kondisi riil suatu perusahaan. Mengetahui mana perusahaan yang baik kondisi keuangannya tentu saja akan menjadi faktor penting dalam memilih saham perusahaan tersebut untuk diinvestasikan. Salah satu istilah keuangan yang penting untuk diketahui adalah Enterprise Value atau EV lebih singkatnya, merupakan pengukuran total nilai suatu perusahaan, sering di gunakan sebagai alternatif dalam mengukur kapitalisasi pasar modal. Kapitalisasi pasar dari suatu perusahaan secara sederhana dihitung dengan cara mengalikan jumlah lembar saham yang beredar pada perusahaan tersebut dengan harga per lembar sahamnya. Baca juga artikel : Analisis Kualitatif dalam Menilai Suatu Perusahaan Enterprise value sendiri dihitung dengan menjumlahkan kapitalisasi pasar dengan hutang dikurangi total kas dan setara kas.

Review Buku The Little Book of Behavioral Investing

Gambar
Ini merupakan artikel pertama di website ini yang menampilkan tentang review buku yang pernah saya baca sebelumnya, mungkin selanjutnya akan lebih teratur dalam menampilkan review tentang buku sebulan sekali. Berbeda dengan buku mainstream dan klasik untuk para investor saham yang biasanya seperti Intelligent Investornya Benjamin Graham atau buku-buku yang dikarang oleh Peter Lynch saya lebih memilih buku yang dibuat oleh James Montier yang berjudul The Little Book of Behavioral Investing ini sebagai pembuka dalam review buku di website ini dan tentu saja dengan bahasa yang singkat karena bukunya sendiri terdiri dari 137 halaman dan sepertinya belum ada versi bahasa Indonesianya.


Buku ini merupakan salah satu dari sekian banyak seri buku The Little Book yang dibuat dengan tujuan lebih memahami dan mengambil keuntungan berinvestasi dari pasar saham. Seri buku ini sendiri lebih membahas tentang Behavioral Investing yang menurut saya pribadi merupakan hal yang penting ketika kita memutus…

Rights Issue dan Dampaknya terhadap Harga Saham

Gambar
Right issue merupakan undangan kepada pemegang saham eksisting untuk membeli saham tambahan baru dengan proporsi tertentu dan periode waktu yang telah ditentukan. Lebih spesifiknya, hal ini memberikan hak (rights) kepada pemegang saham untuk membeli saham baru di harga diskon jika dibandingkan dengan harga pasar. Harga saham right issue juga sudah ditentukan oleh perusahaan tersebut sehingga tidak ada tawar menawar harga. Biasanya perusahaan menggunakan solusi right issue untuk membayar hutang, khususnya ketika mereka tidak memiliki kemampuan lagi untuk meminjam uang. Namun tidak semua perusahaan yang mengajukan opsi right issue karena faktor hutang, beberapa perusahaan dengan neraca yang stabil menggunakan opsi ini untuk mengumpulkan dana yang lebih besar dalam melakukan strategi akuisisi atau ekspansi dan bisa juga untuk menambah modal sehingga memiliki keunggulan yang lebih dalam hal rasio kecukupan modal seperti yang dilakukan oleh beberapa emiten di sektor perbankan.  Baca juga ar…

Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued di Indeks LQ 45 pada Bursa Efek Indonesia

Gambar
Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued pada Indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia
Artikel ini merupakan versi singkat dan sederhana dari Thesis yang saya buat ketika menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen Keuangan di Universitas Udayana, versi lengkapnya dapat dilihat disini. Tujuan mengsharenya disini adalah mencoba mengambil sudut pandang dari teori keuangan yang ada dengan kenyataannya di lapangan yang kadang bertolak belakang. 
Ide dari thesis ini adalah mencoba menjelaskan apakah benar suatu kinerja portofolio saham yang tergolong undervalued kinerjanya akan membaik di masa yang mendatang begitu juga sebaliknya apakah benar suatu kinerja saham yang digolongkan sebagai overvalued kinerjanya akan memburuk di masa mendatang. Hal ini didasari oleh penelitian yang sudah banyak dilakukan tentang saham undervalued dan overvalued namun sebagian besar masih menggunakan terminologi Price Earning Ratio sebagai pembeda antara undervalued serta overvalued. 
Di thesis ini saya mencoba …

Konsep Circle of Competence oleh Warren Buffet

Gambar
Setelah menonton film Becoming Warren Buffet, film tentang perjalanan hidup seorang Warren Buffet mulai dari kecil hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia saat ini, ada beberapa konsep yang bisa dikatakan sangatlah wise yang diterangkan di film itu yaitu konsep “Circle of Competence” . Konsep ini menurut Buffet merupakan konsep yang ia pegang dalam berinvestasi saham yang memberikan hasil yang super signifikan karena saat ini Warren Buffet merupakan salah satu orang terkaya di dunia hanya karena berinvestasi di saham. 
Konsep ini secara sederhana menganjurkan untuk investor hanya fokus pada area yang ia pahami saja. Dimana investor tidak perlu menjadi expert pada semua jenis perusahaan. Anda cukup mampu mengevaluasi perusahaan di dalam area circle of competence saja. Ukuran dari lingkaran itu sendiri tidaklah penting, mengetahui batasannya justru merupakan hal yang vital. 
Konsep yang sangat sederhana, tentunya tiap-tiap orang entah itu melalui pengalaman atau belajar, akan mem…