Filled Under:

Interest Coverage Ratio


Rasio Pembayaran Bunga Kredit di Perusahaan


Interest Coverage Ratio merupakan rasio hutang dan profitabilitas yang digunakan untuk menentukan seberapa mudah suatu perusahaan dapat membayar bunga pinjamannya. Rumusnya adalah dengan membagi antara earning perusahaan sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan jumlah bunga pinjaman yang perusahaan harus bayarkan pada periode yang sama.

Secara mendasar, interest coverage ratio mengukur seberapa banyak perusahaan dapat membayar pembayaran bunga pinjamannya saat ini dengan earning yang ada. Dengan kata lain, hal ini mengukur margin of safety yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu, yang diperlukan oleh perusahaan tersebut untuk bertahan di masa mendatang (dan bisa saja melihat situasi keuangannya di masa mendatang).

Semakin rendah interest coverage ratio suatu perusahaan, makin besar pengeluaran pembayaran hutang yang dapat menguras kesehatan keuangan perusahaan tersebut. Saat perusahaan menyentuh interest coverage ratio sebesar 1.5 atau dibawah itu, pengeluaran untuk pembayaran bunga hutang patut dipertanyakan. Angka 1.5 merupakan batas minimum yang dapat diterima karena makin rendah maka makin tinggi risiko gagal bayarnya. 

Meskipun meminjam dana atau berhutang menyebabkan kewajiban dalam pembayaran bunga, namun hal ini memiliki efek menguntungkan bagi perusahaan melakui pengembangan asset modal berdasarkan analisis cost benefit. Perusahaan juga haruslah cerdas dalam mengelola pinjaman karena efek suku bunga tadi akan mempengaruhi keuntungan yang didapat. Nilai rasio interest coverage yang baik akan menunjukkan kondisi perusahaan dan potensinya dalam membayar kewajiban-kewajiban. 

Baca juga artikel lainnya : 





0 komentar:

Posting Komentar