Sepenting Apakah Deviden?


 
Salah satu cara mudah bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan kekuatan finansialnya kepada pemegang saham adalah dengan cara membagikan dividen. Dividen yang dibagikan tersebut memberikan kesan bahwa prospek perusahaan dan kinerjanya di masa depan akan baik. Kemampuan perusahaan untuk membayar dividen sepanjang waktu dan secara teratur tiap tahunnya meningkat menunjukkan fundamental perusahaan tersebut.

Dividen Sinyal dari Fundamental
Tipikalnya perusahaan yang sudah mature dan menguntungkan akan memberikan dividen secara teratur contohnya di Indonesia adalah Unilever yang memberikan 100% laba bersihnya sebagai deviden. Meskipun demikian, perusahaan yang tidak memberikan deviden bukan berarti perusahaan yang merugi. Jika perusahaan tersebut memikirkan bahwa peluang pertumbuhannya atau berekpansi lebih baik maka perusahaan akan tetap memegang laba tersebut dan menginvestasikannya kembali kedalam bisnis. Untuk alasan ini beberapa perusahaan yang tergolong growth jarang yang membagikan dividen.

Salah satu contoh adalah Microsoft yang diawal perusahaan ini berdiri tidak membagi deviden sama sekali namun menginvestasikannya kembali. Namun demikian saat ini dengan ukuran perusahaan yang sangat besar dan tergolong sudah mature maka Microsoft membagikan deviden dan melakukan buyback saham untuk membuat investornya tetap tertarik memegang saham ini.
Dividen yield


The Dividend Yield
Banyak investor yang memperhatikan berapa angka dari deviden yield suatu saham. Pengukuran dari suatu dividen yield menunjukkan jumlah pendapatan yang diterima dibandingkan dengan harga saham tersebut. Jika suatu perusahaan memiliki dividen yield yang rendah dibandingkan dengan perusahaan lain pada sektor tersebut, maka dapat diartikan :

  1. Harga saham tinggi karena pasar menganggap perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik dan tidak terlalu mementingkan pembayaran dividen atau 
  2.  Perusahaan dalam masalah dan tidak dapat menganggarkan dividen. 
Dividen yield kurang penting pada perusahaan yang sedang berekspansi karena seperti yang dikatakan diatas bahwa laba yang ada diinvestasikan kembali sebagai peluang berekspansi sehingga memberikan pemegang saham keuntungan dalam hal capital gain.

Dividend Coverage Ratio
Saat anda mengevaluasi pembayaran dividen suatu perusahaan perhatikan rasio antara pendapatan perusahaan dan net dividen yang dibagikan kepada pemegang saham yang dikenal sebagai rasio dividen coverage. Rasio dihitung dengan cara membagi antara EPS dengan DPS (Dividen Per Share). Saat coverage tipis, kecenderungannya akan ada pemotongan dividen yang mungkin akan memberikan dampak terhadap nilai saham tersebut. Investor dapat merasa aman apabila rasio coverage sebesar 2 atau 3. Pada kenyataannya, rasio coverage menjadi indikator penekan saat coverage turun dibawah 1.5. Jika rasio berada dibawah 1 maka perusahaan menggunakan laba ditahan tahun sebelumnya untuk membayar dividen tahun ini. 

Disaat yang sama, jika payout terlalu tinggi, misalnya diatas 5, investor juga dapat mempertanyakan apakah manajemen menahan excess earning, tidak membayar kas yang cukup untuk pemegang saham. Manajer yang meningkatkan dividennya bisa jadi ingin menunjukkan ke investor bahwa perkembangan bisnis selama 12 bulan ke depan akan stabil. 

The Dreaded Dividend Cut
Jika suatu perusahaan dengan sejarah secara konsisten meningkatkan pembayaran dividennya namun tiba-tiba memotongnya tanpa sebab, investor dapat menganggap bahwa muncul permasalahan di perusahaan tersebut. 
Selain itu riwayat dalam hal konsistensi atau peningkatan dividen yang dibayarkan oleh perusahaan juga wajib diketahui oleh investor. Perhatikan perusahaan dengan rasio DER lebih dari 60%. Makin besar hutang makin besar risiko yang akan dialami oleh suatu perusahaan. 

Cara untuk Menghitung Nilai 
Dividen dapat memberikan investor bayangan seberapa besar nilai suatu perusahaan. Model Diskon Dividen merupakan rumus klasik yang menjelaskan nilai underlying dari suatu saham. Menurut CAPM, saham merupakan gabungan nilai dari pembayaran dividen yang prospektif yang didiskontokan pada net present valuenya. 

Baca juga artikel lainnya : 



Komentar