Makroekonomi

Teori Makroekonomi




Ketika harga suatu barang yang ingin kita beli naik, tentu saja hal ini mempengaruhi keputusan pembelian terhadap barang tersebut. Namun mengapa harga suatu barang naik? Apakah murni karena permintaan yang lebih banyak dibandingkan penawaran? Apakah biaya pembuatan produk tersebut meningkaat? Atau terdapat kejadian di negara lain yang mempengaruhi harga barang tersebut? Untuk mengetahui jawabannya maka kita perlu memahami makroekonomi dengan baik. 

Definisi

Makroekonomi merupakan studi tentang prilaku dari perkoenomian secara keseluruhan. Hal ini berbeda denga mikroekonomi, yang lebih berkonsentrasi terdahap individu dan bagaimana cara membuat keputusan ekonomi. Makroekonomi lebih complicated  dan banyak factor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor ini dianalisis dengan menggunakan berbagai macam indicator ekonomi yang dapat memberikan kita informasi tentang kesehatan ekonomi secara keseluruhan suatu negara. 

   Makroekonomi mencoba untuk memperkirakan kondisi ekonomi untuk membantu konsumen, perusahaan dan pemerintah membuat keputusan yang lebih baik.
  • Konsumen ingin mengetahui kemudahan untuk mendapatkan suatu pekerjaan, seberapa banyak yang diperlukan untuk membeli barang dan jasa di pasar, atau seberapa banyak biaya yang diperlukan untuk meminjam uang di bank.
  • Pebisnis menggunakan analisis makroekonomi untuk menentukan apakah berekspansi merupakan keputusan yang tepat atau kurang tepat saat ini.
  • Pemerintah menggunakan makroekonomi untuk menganggarkan belanja negara, membuat pajak, memutuskan suku bunga dan dasar dalam membuat kebijakan. 

Analisis makroekonomi secara garis besar fokus terhadap tiga hal yaitu : output nasional (dikur melalui GDP), tingkat pengangguran dan inflasi.  

National Output : GDP
Untuk GDP dapat dilihat pada artikel sebelumnya Mengapa GDP itu penting 

Tingkat Pengangguran
Tingkat pengangguran memberikan informasi seberapa banyak orang yang tersedia untuk menjadi tenaga kerja yang tidak dapat pekerjaan. 

Saat pertumbuhan GDP tinggi, tingak pengangguran akan cenderung rendah. Hal ini disebabkan oleh peningkatan GDP, yang ditunjukkan dengan output yang lebih tinggi akan memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak untuk mencapai level produksi tersebut. 

Inflasi
Faktor penting ketiga dari makroekonomi adalah tingkat inflasi. Inflasi secara utama diukur melalui Indeks Harga Konsumen dan GDP Deflator (mungkin istilahnya berbeda dengan penerapannya di Indoensia). IHK memberikan harga saat ini dari beberapa barang dan jasa yang diupdate secara periodik. GDP deflator merupakan rasio antara GDP nominal dan GDP aktual. Jika GDP nomila lebih besar dibandingkan dengan GDP actual , maka dapat diasumsikan bahwa harga dari barang dan jasa telah meningkat. Baik IHK dan GDP Deflator cenderung bergerak pada arah yang sama dan berbeda kurang lebih sekitar 1%.

Komentar

  1. Wow saya baru tau pak warman punya situs sendiri dan punya pemahaman yg tinggi terhadap makro. Ikut belajar disini ya pak. Tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya masi dalam tahap belajar juga pak alianto, saya banyak belajar di investopedia. Trima kasih juga atas pencerahannya

      Hapus

Posting Komentar