Filled Under:

Mengapa Berinvestasi di Saham



Setelah sekian lama hanya mentranslate dan mengubah artikel-artikel dari investopedia ke blog ini ke bahasa Indonesia, maka saatnya membuat artikel mengapa saya memilih berinvestasi di saham. Berinvestasi saham bukan bermain saham karena uang yang dipakai bukan untuk sekedar mainan saja :D. 
Banyak orang yang menganggap saham adalah judi dan itu sudah dijelaskan juga pada salah satu artikel yang sudah saya buat tentang mengapa saham bukanlah judi. Memang akan ada kecenderungan seseorang "berspekulasi" ketika membeli suatu saham bukan pure berinvestasi namun itu bukanlah pembenaran bahwa saham otomatis sama dengan judi. Malah sudah ada bukti seseorang yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia karena berinvestasi di saham siapa lagi kalau bukan Warren Buffet.
Pasar modal di Indonesia saat ini memiliki nilai kapitalisasi pasar per tanggal 28 Juli 2016 sebesar Rp Rp5.703,6 triliun. Salah satu pasar modal dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia pada tahun 2016 ini. Potensi pasar modal yang besar ini sayangnya masih sebagian besar (kira-kira 60%) dikuasai oleh investor dari luar negeri.  Jumlah investor domestik sendiri di Indonesia masih kurang dari 2% penduduk Indonesia. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa masih ada peluang besar apabila memulai berinvestasi di saham saat ini juga. 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Dana Pensiun, Asuransi ataupun institusi-institusi keuangan lainnya akan menempatkan kelebihan cash nya ke dalam bentuk investasi berupa saham karena menghasilkan return yang paling tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya. Dapat dilihat pada grafik perbandingan kinerja ISG, emas dan inflasi dibawah ini :


  
Dari grafik terlihat bahwa IHSG menghasilkan pertumbuhan kinerja yang fantastis jika dibandingkan dengan peningkatan harga emas maupun inflasi. Dari sekian survey yang saya lakukan secara lisan tentang mengapa seseorang tidak memilih saham sebagai investasinya, rata-rata menjawab ketidaktahuan tentang saham dan salah penafsiran tentang saham (sebagian besar masih menganggap sebagai judi).   

Saya memulai investasi di saham pada Agustus 2013 dan hingga saat ini sudah Thanks Godnya merealisasikan keuntungan dari capital gain maupun deviden yang bisa dikatakan lumayan. Memang benar jika dikatakan untuk berinvestasi di saham diperlukan kemauan dan kemampuan untuk belajar analisis baik fundamental maupun teknikal. Analisis fundamental sendiri terdiri dari banyak hal mulai dari makro ekonomi hingga mikro, analisis laporan keuangan hingga mengetahui kualitas laba dari suatu perusahaan. Belum lagi teori-teori keuangan mulai dari teori pasar efisien, random walk theory, Capital Asset Pricing Model dan lainnya. Serta strategi-strategi investasi saham yang bisa dikatakan sangat banyak mulai dari trend following, contrarian, dog of the dow, foolish four dan lainnya. Mungkin hal ini yang membuat banyak orang menyerah duluan mempelajari saham :D. Secara analisis teknikal sendiri ada banyak sekali indikator yang dapat digunakan namun saya lebih fokus menggunakan fundamental sajam, teknikal sendiri sebatas volume, resisten support dan RSI saja. Ada lagi indikator yang terbukti jika diamati dengan baik akan memperoleh indikator kapan saat buy dan sell yang tepat seperti foreign flow (karena alasan sebagian besar investor di pasar modal Indonesia adalah pihak asing maka indikator ini menjadi penting) dan bandarmologi (bagi yang memiliki waktu yang banyak untuk tiap menit mengamati pasar saham) .

Website ini pun sengaja dibuat agar menjadi tempat untuk menshare pengetahuan yang saya miliki tentang saham dan analisis fundamentalnya kepada banyak orang yang memang berminat mempelajari dan berinvestasi di saham. Rencananya kedepan artikelnya akan lebih banyak dan disiplin dalam memposting artikel serta mudah-mudahan original :D .






0 komentar:

Posting Komentar