Konsep Fundamental terkait Keuangan dan Investasi

Manajemen Keuangan Teori


Konsep teori keuangan sangat penting diketahui ketika memulai yang namanya investasi di saham. Pengetahuan terkait dengan konsep tersebut sedikit tidaknya akan memberikan arahan pergerakan pasar secara umum seperti apa dan apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Perbedaan antara teori dan praktis dalam dunia saham memang sudah dikenal sejak lama, ketika Warren Buffet yang secara terbuka menyatakan “tidak paham” dengan investor yang melakukan diversifikasi dengan alasan bahwa diversifikasi menunjukkan investor tersebut kurang yakin dengan saham yang ia beli serta ia mengkritik teori pasar efisien karena tidak pernah ada pasar yang efisien.

Risk/Return Tradeoff
 
Standar risiko yang bisa diterima tiap orang berbeda-beda. Memutuskan seberapa banyak risiko yang dapat anda terima dengan investasi yang miliki sangatlah penting. Level ketidakpastian yang rendah atau risiko yang rendah diasosiasikan dengan tingkat return yang rendah juga. Risk/return tradeoff merupakan keseimbangan antara keinginan dari risiko yang mungkin paling rendah dan return yang mungkin paling tinggi. Hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini :



Standar deviasi yang makin tinggi menunjukkan risiko yang lebih besar dan kemungkinan return yang lebih besar. Konsep yang salah yang sering ditafsrikan adalah makin tinggi risiko maka returnya makin besar (alias pasti besar) padahal tidak lah seperti itu, konsep risk/return tradeoff menyatakan bahwa makin tinggi risiko maka kemungkinan akan memberikan retun yang lebih tinggi. Tidak ada garansi. Hanya dapat ditafsirkan apabila makin tinggi risiko maka potensi returnnya juga makin besar begitu juga dengan potensi lossnya. 

Pada teori risk/return tradeoff ada yang disebut dengan risk free rate of return yang merepresentasikan tingkat pengembalian berdasarkan suku bunga yang berlaku di negara yang bersangkutan misalnya di Indonesia saat ini menggunakan BI 7 days repo rate. Jika risk free rate of returnnya saat ini sebesar 4.75% maka artinya dengan tanpa ada nya risiko sama sekali maka anda akan mendapatkan hasil sebesar 4.75% per tahun. 

Pertanyaannya adalah : siapakah yang menginginkan hasil sebesar 4.75% per tahun apabila ada investasi saham yang dapat menghasilkan return hingga sebesar rata-rata sebesar 20% per tahunnya dalam jangka waktu yang panjang?. Return saham sendiri tidaklah fix sebesar 20% per tahun bahkan pernah hingga -12% ketika tahun 2015 kemarin. Investor akan menghadapi risiko yang lebih besar dan volatilitas untuk meraih return yang lebih besar dibandingkan suku bunga patokan. Return tambahan ini disebut sebagai risk premium. 

Toleransi risiko berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Keputusan anda akan sangat tergantung kepada tujuan investasi, pendapatan, keadaan pribadi serta faktor-faktor lainnya.



Diversifikasi

Diversifikasi merupakan metode dalam memanaje risiko dengan menggunakan berbagai macam variasi investasi pada suatu portofolio untuk meminimalkan dampak dari salah satu sekuritas yang akan mempengaruhi kinerja portofolio secara keseluruhan. Diversifikasi menurunkan risiko dari portofolio anda. Penjelasan secara sederhana adalah sebagai berikut : 

Misalkan anda tinggal di sebuah pulau dimana hanya ada dua perusahaan yaitu satu perusahaan penjual paying dan satu perusahaan penjual sunblock. Jika anda menginvestasikan keseluruhan portofolio di perushaan yang menjual paying maka anda akan mendapatkan kinerja yang sangat baik ketika terjadi musim hujan, namun akan berkinerja buruk ketika musim kemarau. Hal sebaliknya akan terjadi apabila anda berinvestasi pada perusahaan yang menjual sunblock. Diverisifikasi sendiri akan anda lakukan apabila berinvestasi 50% di perusahaan paying dan 50% di perusahaan sunblock (persentasenya mungkin tidak harus 50% masing-masing kembali ke profil risiko dan mindset investasi pribadi masing-masing). Melakukan diversifikasi akan memberikan anda kinerja yang stabil sepanjang tahun tanpa memperhatikan musim hujan atau kemarau. 

Terdapat tiga hal yang dapat anda lakukan untuk memperoleh hasil diverisifkasi yang baik: 
  • Sebarkan portofolio ke beberapa tipe investasi seperti cash, saham, obligasi, reksa dana dan mungkin properti.
  • Variasikan risiko dengan cara tidak hanya memilih saham yang tergolong blue chip saja, tapi sebaiknya tidak memilih saham yang tidak jelas atau mudah digoreng oleh bandar (lihat likuid atau tidaknya dan kembali berdasarkan analisisfundamental saham)
  • Variasikan sektor industri sahamnya sehingga ketika terjadi penurunan kinerja suatu industry seperti yang terjadi pada sektor properti di tahun 2015 dan 2016 tidak akan terlalu mempengaruhi kinerja portofolio secara keseluruhan. 
    Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah seberapa banyak saham yang dikoleksi dalam satu portofolio agar hasil diverisifkasinya maksimal. Banyak teori keuangan yang menyebutkan jumlah sahamnya dan melakukan penelitian tentang hal itu. Range yang disarankan ketika melakukan diverisifikasi adalah mengkoleksi maksimal 10 saham namun sekali lagi hal ini kembali ke individu masing-masing. Ada banyak konsep keuangan lainnya yang akan dibahas lebih lanjut di artikel selanjutnya…
     
     Baca juga artikel lainnya : 






0 komentar:

Posting Komentar