Mengevaluasi Laporan Cash Flow suatu Perusahaan

Laporan Cash Flow suatu perusahaan

Mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan tidak hanya dapat dilakukan dengan melihat laporan keuangan seperti Neraca atau Laba Rugi saja. Mengevaluasi kinerjakeuangan melalui Laporan Cash Flow juga sangat penting untuk memberi pandangan tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan tersebut termasuk ketika berinvestasi di saham dimana pemilihan saham suatu perusahaan sangat bergantung apakah perusahaan tersebut tergolong bagus kinerjanya, biasa-biasa saja atau tidak layak untuk dibeli.
Berikut penggunaan rasio-rasio yang umum digunakan ketika menganalisis kinerja cash flow suatu perusahaan :

Cash Flow per Share

Hampir mirip perhitungannya dengan Earning per Share cuma beda pembaginya saja. Dimana (Cash Flow per Operation/Common Shares Outstanding)
Nilai dari Cash Flow per Share ini penting dalam menginformasikan bagaimana posisi perusahaan dalam membiayai pertumbuhan perusahaan ini masa mendatang melalui operasional eksisting. Perusahaan yang mampu memperoleh dana secara internal untuk pengembangan bisnisnya tidak akan memerlukan hutang eksternal ataupun pendanaan melalui pasar modal. Hal ini akan membuat biaya pinjaman rendah sehingga menarik bagi investor.


Cash Flow per share juga dapat menunjukkan seberapa banyak uang kas yang dimiliki yang berpotensi digunakan dalam melakukan pembayaran deviden di masa mendatang. Tentu saja yang perlu diperhatikan juga adalah prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
Sama seperti halnya analisis rasio dimana sebagai investor harus mengecek kondisi historikal keuangan perusahaan selama beberapa periode kebelakang sehingga bisa mengambil kesimpulan bagaimana kondisi cash flow secara umum perusahaan tersebut.

Free Cash Flow

Free Cash Flow menunjukkan fleksibilitas keuangan perusahaan. Makin tinggi free cash flow suatu perusahaan makin fleksibel perusahaan tersebut saat memiliki peluang untuk melakukan investasi seperti misalnya strategi mengakuisisi perusahaan lain. Laporan neraca dan laba rugi dapat dibuat “sedemikian rupa” agar terlihat menarik namun tidak dengan laporan cash flow. Oleh karena itu banyak analis lebih memilih mengevaluasi free cash flow suatu perusahaan dalam memperkirakan potensi laba dan pertumbuhan perusahaan tersebut di masa mendatang.
Kesimpulan

Laporan Cash Flow merupakan laporan keuangan yang informatif dan sulit untuk “dipercantik” sehingga banyak analis saham lebih cenderung menggunakannya dibandingkan laporan laba rugi ataupun neraca. Namun dalam melakukan keputusan pembelian saham suatu perusahaan ada baiknya melihat secara holistik dari kinerja perusahaan tersebut mulai dari kuantitatif hingga kualitatif sehingga keputusan pembelian saham akan mencerminkan “buy the business not the company” seperti halnya Warren Buffet yang memiliki buy and hold forever.


Baca juga artikel : 






0 komentar:

Posting Komentar