Nilai Buku sebagai Pengukur Valuasi Suatu Perusahaan

Nilai Buku sebagai Pengukur Valuasi Suatu Perusahaan

Laba, utang dan aset adalah penyusun dari laporan keuangan setiap perusahaan publik. Untuk tujuan transparansi, perusahaan menguraikan ketiga unsur ini menjadi angka yang lebih mudah bagi investor untuk melakukan analisis. Investor dapat menghitung rasio penilaian ini untuk memudahkan dalam membandingkan perusahaan. Nilai PBV atau Price Book Value sering menjadi patokan bagi investor dalam menilai murah atau tidaknya suatu perusahaan.

Apa Nilai Buku?
Nilai buku adalah ukuran dari semua aset perusahaan: saham, obligasi, persediaan, peralatan manufaktur, real estate, dan lainnya. Secara teori, nilai buku harus mencakup semua aset perusahaan yang digunakan oleh karyawan, tetapi untuk perusahaan mudahnya umumnya hanya mencakup aset besar yang mudah diukur.
Perusahaan dengan banyak mesin, seperti kereta api, atau banyak instrumen keuangan, seperti bank, cenderung memiliki nilai buku besar. Sebaliknya, perusahaan video game, perancang busana atau perusahaan perdagangan mungkin memiliki sedikit atau tidak ada nilai buku karena mereka lebih banyak mengandalkan unsur jasa atau kreatifitas yang tidak dapat diukur nilai asetnya. Nilai buku kurang berguna dalam kasus perusahaan-perusahaan tadi, tapi untuk perusahaan dengan aset yang banyak hal ini sering menjadi patokan.

Sebuah perhitungan sederhana membagi harga saham perusahaan saat ini dengan nilai buku per saham memberikan rasio P / B. Jika rasio P / B kurang dari satu, harga saham berada dibawah nilai aset perusahaan. Ini berarti bahwa, dalam skenario terburuk apabila terjadi kebangkrutan, aset perusahaan akan dijual dan investor masih akan membuat keuntungan. Investor lain akan menganggap suatu saham yang dijual dibawah nilai bukunya tergolong saham yang murah dan kecenderungannya akan naik mengikuti nilai bukunya. Hal ini dapat menjebak bagi investor yang kurang teliti dalam mengambil dan menganalisis keputusan.

Permainan Nilai atau Jebakan Nilai ? 

Jika terdapat suatu perusahaan yang diperdagangkan lebih rendah dari nilai bukunya, Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa investor lain tidak melihat dan mendorong harga kembali ke nilai buku atau bahkan lebih tinggi. Rasio P / B adalah perhitungan yang mudah, dan itu diterbitkan dalam ringkasan saham pada setiap situs penelitian saham. Jawabannya bisa jadi bahwa pasar tidak adil dalam penilaian perusahaan, tapi kemungkinan sama bahwa nilai buku dinyatakan tidak mewakili nilai riil dari aset. Perusahaan memperhitungkan aset mereka dengan cara yang berbeda dalam industri yang berbeda, dan kadang-kadang bahkan dalam industri yang sama. Hal ini membingungkan dalam hal menilai nilai buku suatu perusahaan, yang menciptakan jebakan dan sekaligus peluang.

Anda perlu tahu bagaimana agresifnya perusahaan dalam melakukan depresiasi aset. Jika aset kualitas telah disusutkan lebih cepat dari penurunan nilai pasar mereka yang sebenarnya, Anda telah menemukan nilai tersembunyi yang dapat membantu menahan harga saham di masa depan. Jika aset yang disusutkan lebih lambat dari penurunan nilai pasar, maka nilai buku akan berada di atas nilai sebenarnya, menciptakan perangkap nilai bagi investor yang hanya melirik rasio P / B. 

Perusahaan manufaktur menawarkan contoh yang baik bagaimana depresiasi dapat mempengaruhi nilai buku. Perusahaan-perusahaan ini harus membayar uang dalam jumlah besar untuk peralatan mereka, tetapi nilai jual kembali untuk peralatan biasanya turun lebih cepat dari nilai yang terdepresiasi. Sebagian peralatan menjadi usang dan menjadi tidak berharga. Dengan nilai buku, tidak diperlukan berapa perusahaan bayar untuk perlatan, yang terpenting adalah berapa yang mereka dapatkan ketika menjual aset tersebut. Apabila nilai buku didasarkan sebagian besar oleh peralatan dibandingkan dengan aset yang tidak secara cepat terdepresiasi (minyak, tanah, dan lainnya), sangatlah vital untuk melihat lebih dalam dari rasio dan komponen pembentuknya.

Biasanya, hubungan antara aset dan utang yang jelas, namun informasi ini kadang-kadang dapat mengecilkan atau disembunyikan dalam catatan kaki. Seperti orang mengamankan pinjaman mobil menggunakan rumahnya sebagai jaminan, perusahaan mungkin menggunakan aset berharga untuk mengamankan pinjaman ketika berjuang secara finansial. Dalam hal ini, nilai aset harus dikurangi dengan setiap pinjaman dijamin terikat kepada mereka. Jika Anda akan berinvestasi berdasarkan nilai buku, Anda harus mencari tahu keadaan sebenarnya dari aset tersebut.

Melihat lebih dalam nilai buku akan memberikan pemahaman yang lebih baik dari perusahaan. Dalam beberapa kasus, sebuah perusahaan akan menggunakan kelebihan laba untuk memperbarui peralatan daripada membayar dividen atau memperluas operasi.

Baca juga artikel terkait lainnya :

Komentar