Konsep Fundamental terkait Keuangan dan Investasi (2)

Investasi terkait dengan alokasi aset


Dollar Cost Averaging
Melanjutkan konsep fundamental terkait Keuangan dan Investasi sebelumnya maka di artikel saat ini akan dibahas tentang Dollar Cost Averaging dan Asset Alllocation. Jika seorang professional di bidang investasi saham ditanyakan apa tugas terberat dalam investasi maka jawabannya adalah kapan memilih saat terendah dan tertinggi di pasar modal. Mencoba menebak arah pasar merupakan tugas yang tidak mudah. Membeli pada saat titik terendah dan menjual saat tertinggi merupakan suatu hal yang mustahil dilakukan dalam prakteknya. Oleh karena itu banyak professional di bidang saham yang menyarankan pendekatan dollar cost averaging ini. 

DCA merupakan konsep yang dapat dikatakan sebagai konsep yang sederhana namun sangat berguna. DCA dilakukan dengan membeli suatu saham dengan waktu yang teratur dengan jumlah yang tetap. Lebih banyak saham yang dibeli pada saat harga saham tersebut turun dan begitu juga sebaliknya. Hal ini akan mengurangi risiko berinvestasi dengan jumlah yang besar pada saat yang salah. Perlu juga diketahui bahwa DCA tidak dapat terhindar juga dari yang namanya loss apabila market dalam keadaan bearish, namun strategi ini terbukti memiliki kelebihan dalam pertumbuhan dalam jangka waktu yang panjang. 





Mengalokasikan aset dalam suatu investasi

Asset Allocation 

Apabila dilihat secara historikal dapat dilihat bahwa saham menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan instrument keuangan lainnya. Lihat artikel : Mengapaberinvestasi di saham. Jika seorang investor merencanakan investasi dalam jangka waktu yang panjang maka saham merupakan pilihan yang utama. Berbeda apabila investor tidak memiliki term yang panjang dalam hal waktu maka pemilihan investasi selain saham dapat dipilih. Alasan inilah yang membuat adanya konsep alokasi aset. Alokasi aset merupakan teknik menyusun portofolio yang bertujuan menyeimbangkan antara risiko dan menciptakan difersifikasi aset diantara berbagai macam jenis investasi seperti obligasi, saham, real estate dan cash. Masing-masing kelas aset memeiliki level yang berbeda dalam hal return dan risk, sehingga masing-masing jenis investasi tersebut akan menghasilkan kinerja yang berbeda seiring berjalannya waktu. 

Prinsip yang medasari dalam konsep ini adalah makin tua seorang investor maka makin rendah risiko yang seharusnya ia ambil. Menentukan jenis investasi dalam portofolio anda merupakan hal yang sangatlah penting. Memutuskanberapa persentase dari portofolio yang ditempatkan di saham, reksa dana atau jenis investasi yang rendah risikonya seperti obligasi tidaklah mudah. 

Baca juga artikel terkait : 

Komentar