Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued di Indeks LQ 45 pada Bursa Efek Indonesia

Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued pada Indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia


Artikel ini merupakan versi singkat dan sederhana dari Thesis yang saya buat ketika menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen Keuangan di Universitas Udayana, versi lengkapnya dapat dilihat disini. Tujuan mengsharenya disini adalah mencoba mengambil sudut pandang dari teori keuangan yang ada dengan kenyataannya di lapangan yang kadang bertolak belakang. 

Ide dari thesis ini adalah mencoba menjelaskan apakah benar suatu kinerja portofolio saham yang tergolong undervalued kinerjanya akan membaik di masa yang mendatang begitu juga sebaliknya apakah benar suatu kinerja saham yang digolongkan sebagai overvalued kinerjanya akan memburuk di masa mendatang. Hal ini didasari oleh penelitian yang sudah banyak dilakukan tentang saham undervalued dan overvalued namun sebagian besar masih menggunakan terminologi Price Earning Ratio sebagai pembeda antara undervalued serta overvalued. 

Di thesis ini saya mencoba menggunakan model yang disebut dengan CAPM (Capital Asset Pricing Model) atau model keseimbangan. Model keseimbangan merupakan model yang dikembangkan oleh William Sharpe (pemenang nobel ekonomi tahun 1990). Penjelasan lengkap tentang CAPM dapat dibaca di artikel Model Keseimbangan

Dalam CAPM suatu saham diidentifikasi harganya tergolong kemahalan (overvalued) , wajar dan kemurahan (undervalued) dilihat dari expected return (return yang diharapkan) dan required returnnya. Saya tidak akan menampilkan rumusnya disini agar tidak pusing :D . Penelitian dilakukan pada saham-saham yang terdaftar di Indeks LQ 45 periode Februari 2014 – Juli 2014, hal ini juga sekaligus menjadi batasan penelitian sehingga tidak menggeneralisasikan hasilnya akan sama untuk periode selanjutnya. 

Pemilihan saham hanya pada indeks LQ 45 karena indeks ini likuiditasnya mewakili hampir 70% dari total transaksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia. Jumlah saham dalam satu portofolio dibuat sebanyak 10 saham dengan pertimbangan penelitian yang dilakukan oleh Markowitz dan Grinsblatt (1999) dimana risiko tidak sistematik (penjelasan apa itu risiko tidak sistematik dan risiko sistematik terdapat pada teori CAPM secara umum) akan relatif lebih kecil setelah sepuluh saham dimasukkan kedala portofolio dan manfaat diversifikasi yang lebih baik yang dapat dicapai dengan memasukkan saham-saham dari berbagai industri ke dalam portofolio. Baca juga artikel berikut : Evaluasi Portofolio

Dari hasil analisis diperoleh portofolio saham undervalued berdasarkan CAPM dengan anggota saham sebagai berikut : 
Tabel Portofolio Saham Undervalued di Indeks LQ 45
Dan portofolio saham overvalued berdasarkan CAPM dengan anggota saham sebagai berikut : 
Tabel Portofolio Saham Overvalued di Indeks LQ 45
Pemilihan anggota portofolio berdasarkan letaknya paling jauh dari garis SML (Security Market Line).
Dari hasil tersebut kemudian dilihat kinerjanya dan dibandingkan 6 bulan kemudian menggunakan Indeks Treynor dan didapat hasil sebagai berikut : 
Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued di Indeks LQ 45

Yang dibahas pada penelitian ini adalah kinerja (menggabungkan antara risk dan return) bukan return saja sehingga dapat disimpulkan justru terjadi penurunan kinerja portofolio saham undervalued periode berikutnya (6 bulan berikutnya) dibandingkan dengan periode pembentukan serta malah terjadi kenaikan kinerja pada portofolio saham overvalued pada periode berikutnya dibandingkan dengan periode pembentukan di Indeks LQ 45. Anomali yang terjadi mendukung beberapa penelitian yang serupa tentang kinerja portofolio saham dimana tidak selamanya portofolio saham yang terdiri dari saham-saham undervalued akan menghasilkan kinerja yang meningkat (penelitian ini hanya menggunakan jangka waktu 6 bulan) , jadi bisa saja justru meningkat pada waktu lebih dari itu. Warren Buffet sendiri memilih long term dalam hal strategi membeli saham even buy and hold forever. 

Hal yang menarik dalam penelitian ini dimana jika dilihat dari angka kinerja portofolionya yang memang masih lebih baik kinerja portofolio saham undervalued dibandingkan kinerja portofolio saham overvalued. Thesis dalam pembuatannya wajib memiliki referensi dan dasar dalam menyatakan sesuatu, hal ini membuat saya sendiri dalam kenyataannya tidak terlalu berpatokan bahwa harus 10 saham dalam membentuk suatu portofolio. Saat ini memegang 4 saham saja sudah sangat banyak bagi saya :D dan sektor yang dipilih juga tidak wajib seluruh sektor yang ada tapi sektor yang sudah saya pahami dengan baik proses bisnisnya. Diskusi lebih lanjut silakan isi di kolom komentar :D

Baca juga artikel lainnya : 


Komentar

  1. Terimakasih telah menulis blog yg sangat berguna bagi awam spt saya dan tentu bagi banyak orang lainnya.
    Saya pernah membaca pengalaman trader bahwa seorang trader mandiri baru stabil pendapatannya setelah 2 tahun. Dan saya juga pernah membaca kalau nggak salah bahwa diantara para trader yg berhasil cuma 10%. Dan diantara investor yg berhasil adalah hampir seratus persen. Apakah hal tersebut pernah ada yang meneliti?
    Klo investor kebanyakan sukses seperti lo keng hong dll, tapi Apakah ada para trader saham yg sukses di indonesia? Mohon penjelasannya.
    Salam sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga telah menyempatkan waktu memberikan komentar :D ....
      Entah itu trader ataupun investor yang saya pernah baca adalah ketika mereka persisten, tekun dan meneliti dengan baik apa yang akan mereka lakukan dan yang paling penting memiliki money management serta ketenangan dalam melakukan transaksi maka dia akan sukses.
      Untuk trader yang sukses saya jujur belum pernah menemui secara langsung, ada beberapa pelatihan yang pernah saya ikuti tentang saham..beberapa memang terlihat memiliki solusi namun solusi yang ditawarkan tidaklah absolut pasti selalu benar (akan selalu ada bias dan error). Mengikuti forum atau grup pun menurut saya agar pintar2 dalam memilih mana pendapat yang baik mana yang sekedar noise saja. Sekali lagi gudlak and semoga sukses berinvestasi di saham

      Hapus

Posting Komentar