Konsep Circle of Competence oleh Warren Buffet

Konsep Circle of Competence dari Warren Buffet

Setelah menonton film Becoming Warren Buffet, film tentang perjalanan hidup seorang Warren Buffet mulai dari kecil hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia saat ini, ada beberapa konsep yang bisa dikatakan sangatlah wise yang diterangkan di film itu yaitu konsep “Circle of Competence” . Konsep ini menurut Buffet merupakan konsep yang ia pegang dalam berinvestasi saham yang memberikan hasil yang super signifikan karena saat ini Warren Buffet merupakan salah satu orang terkaya di dunia hanya karena berinvestasi di saham. 

Konsep ini secara sederhana menganjurkan untuk investor hanya fokus pada area yang ia pahami saja. Dimana investor tidak perlu menjadi expert pada semua jenis perusahaan. Anda cukup mampu mengevaluasi perusahaan di dalam area circle of competence saja. Ukuran dari lingkaran itu sendiri tidaklah penting, mengetahui batasannya justru merupakan hal yang vital. 

Konsep yang sangat sederhana, tentunya tiap-tiap orang entah itu melalui pengalaman atau belajar, akan memiliki beberapa pengetahuan pada beberapa area tertentu. Beberapa hal misalnya sektor perbankan kita sangat pahami karena bekerja di industri tersebut, dan beberapa area lain memerlukan spesialisasi seperti pertambangan minyak bumi atau pemahaman tentang nuklir misalnya. Baca juga artikel : 5 Mitos Terbesar pada Saham


Konsep Circle of Competence dari Warren Buffet



Contoh sederhananya, sebagian besar kita memahami kegiatan dari berbisnis yaitu sewa atau membeli tempat, menghabiskan uang untuk bahan baku dan mengubahnya menjadi produk berupa barang atau jasa yang dijual lebih besar dibandingkan Harga Pokok Produksi atau Cost of Good Sold, merekrut karyawan untuk melayani, menyajikan, memasarkan dan sebagainya.  Ditambah pengetahuan tentang akuntansi dalam menghitung anggaran dan budgeting, pengetahuan pemasaran dalam memasarkan, pengetahuan operasional dalam hal teknis binis tersebut. Namun akan berbeda apabila industri tersebut adalah industri pembangkit listrik tenaga nuklir misalnya yang sangat diperlukan keahlian khusus dalam menjalaninya begitu juga dengan industri rumah sakit dimana minimal haruslah dimiliki pengetahuan tentang kesehatan. 

Buffet menyarankan bahwa seorang investor tidak perlu memahami semua area dalam melakukan investasi di saham. Yang jauh lebih penting adalah mendefinisikan apa yang kita tahu dan tetap stick pada area tersebut. Circlenya dapat diperlebar namun cukup secara perlahan dan pada rentang waktu yang meyakinkan. Baca juga artikel : Mengetahui kualitas dari profit yang dihasilkan oleh suatu perusahaan

Buffet mencontohkan konsep ini pada salah manager di bisnis yang ia punya, seorang imigran dari Rusia dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan yang membangun toko furniture terbesar di Nebraska.
“Saya tidak bisa begitu saja memberinya $ 200 Juta saham Berskhire Hathaway saat saya membeli bisnisnya karena ia tidak memahami saham. Yang ia tahu hanya cash. Ia paham furniture dengan baik. Ia paham real estate. Ia tidak mengerti apa itu saham, sehingga ia terlalu peduli apa yang bisa dilakukan dengan hal itu. Jika anda membuat deal dengan Ny.B di bidang yang saya sebut dengan circle of competence nya…ia akan membeli 5000 meja sore ini (jika harganya tepat). Ia akan membeli 20 jenis karpet yang berbeda dalam jumlah yang berbeda dan hal lainnya secepat kita menjentikkan jari karena ia paham tentang karpet. Ia tidak akan membeli 100 lembar saham General Motor di harga 50 sen (sangat murah) karena ia tidak paham.
Hal ini tidak membuat Ny B menjadi miskin karena sempitnya circle of competence nya. Faktanya, fokus dan loyalitasnya pada satu bidang yang membuatnya berhasil menjadi orang sukses seperti saat ini. “

Tambahan lainnya dari Charlie Munger (partner bisnis Warren Buffet yang merupakan orang yang sangat ia percayai dalam investasi saham) menyatakan bahwa fokus dalam area kompetensi yang kita miliki akan memberikan hasil yang brilliant. Anda harus memahami dimana area keunggulan anda. Baca juga artikel lainnya : Analisis Fundamental Saham 

Jika anda ingin meningkatkan peluang untuk menjadi sukses dalam kehidupan dan bisnis maka definisikan perimeter atau batasan dari circle of competence anda, dan jalankan dengan baik. Secara berkelanjutan ketika ingin mengembangkan lebih banyak namun jangan takut untuk mengatakan “saya tidak tahu”. 

Kaitannya sendiri dengan berinvestasi di saham adalah seringkali seseorang mencoba memilih semua saham hingga “mengkoleksi” 15 – 20 saham dengan alasan semuanya “bagus” dan ikut-ikutan rekomendasi suatu analis atau forum tanpa memahami apa sebenarnya yang dihasilkan oleh perusahaan emiten tersebut untuk menghasilkan profit yang riil. Pasar modal Indonesia sendiri memiliki banyak jenis sektor perusahaan mulai dari sektor pertanian (perkebunan, perikanan, perhutanan, lainnya), sektor industri dasar dan kimia (semen, keramik, logam dan sejenisnya, kimia, plastic, dan sektor-sektor lainnya. Paling tidak mulailah berinvestasi di saham yang industri perusahannnya anda pahami dengan baik, misalnya apabila anda bekerja di bank maka pilihlah saham di sektor perbankan yang terbaik menurut anda, jika anda juga paham tentang properti pilihlah juga dari sana. Hal ini juga yang menyebabkan saya menghindari saham sektor pertambangan karena memang tidak paham tentang sektor tersebut meskipun terdapat euphoria kenaikan harga saham di sektor ini yang begitu luar biasa hingga ribuan persen dalam waktu kurang dari 5 tahun yang dipicu membaiknya harga batu bara dan memang harga sahamnya yang sangat undervalued sebelumnya. Begitu juga pilihan saya untuk tidak ikut memburu saham grup Bakrie sama sekali meskipun dikatakan sebagai saham sejuta umat. Pilihan saya sendiri saat ini hanya ada di sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya, consumer goods, property, konstruksi dan industri dasar.  Baca juga artikel lainnya : Menjadi Seorang Analis Saham untuk Investasi Anda Sendiri

Sekali lagi pilihan investasi di saham akan menghasilkan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya dan sudah ada orang terkaya di dunia berkat saham, namun semua pilihan ada di tangan anda sendiri jadi tetap kuatkan Circle ofCompetence anda dan selalu lakukan Do Your Own Research sebelum memutuskan membeli atau menjual suatu saham.


Konsep Circle of Competence dari Warren Buffet


Berikut kutipan dari berbagai investor saham terkenal tentang pentingnya circle of competence ini 

“Adalah sangat masuk akal apabila anda membatasi investasi anda pada situasi yang anda sangat kuasai dan percaya diri, karena hanya pada situasi tersebut, tingkat sukses anda akan sangat tinggi” Joel Greenblatt

“Permainan dari investasi adalah membuat prediksi yang lebih baik tentang masa depan dibandingkan orang lain. Bagaimana anda melakukannya? salah satunya adalah membatasi pada area kompetensi anda. Jika anda berusaha memprediksi masa depan dari segala hal, anda berusaha terlalu banyak”  Charles Munger

“Memahami dimana area circle of competence anda, memahami perusahaan yang anda tahu betul bagaimana mereka menghasilkan laba, adalah sangat fundamental “ Lou Simpson 

“Circle of competence secara mendasar adalah apakah kita meahami bisnis itu dengan baik. Terdapat beberapa pertanyaan untuk mengetahuinya; apakah kita tahu orang yang tepat di industri tersebut? seberapa baik kita memahami produk dan proses pengambilan keputusan? apakah terdapat hal-hal yang tidak dapat dianalisis yang dapat memberikan dampak besar” James Chrichton

"Keindahan dari pasar saham adalah memberikan kebebasan untuk investor menghindari sektor atau bisnis yang diluar area pemahamannya” Mohnish Pabrai 

“Penting juga untuk tidak merasa puas dengan segalanya, termasuk dengan area circle of competence anda. Salah satu hal yang dapat dilakukan dengan circe of competence adalah apakah anda dapat mengembangkannya lebih banyak, karena dunia selalu berubah” Thomas Gayner. 

“Saya tidak jenius. Saya cerdas dalam suatu bidang- dan saya tetap berada di bidang tersebut “ Tom Watson, pendiri IBM

Baca juga artikel lainnya : 

Komentar

Posting Komentar