Tergolong Tipe Investor seperti Apakah Anda

Personality dalam Saham


Terkadang berinvestasi di saham tidaklah “sama” hasilnya untuk setiap orang, ada yang terlihat diam dan jarang melakukan transaksi namun menghasilkan banyak keuntungan, ada yang aktif di grup ataupun forum, rajin buy and sell namun hasilnya tidak seberapa. Ada juga yang baru start 2 tahun lalu namun menghasilkan realisasi keuntungan melebihi yang start sudah 5 tahun lalu misalnya. Hal ini balik lagi kepada kemampuan investor tersebut dalam mempelajari saham lebih baik dan salah satu hal yang penting lainnya dari sekian banyak faktor yang ada adalah karakter atau personality orang tersebut. 

Berdasarkan banyak penelitian, perbedaan preferensi dan kepribadian, ditambah dengan kemampuan emosional dan bias dalam perilaku, memiliki dampak yang signifikan terhadap bagaimana cara kita berinvestasi. Hal ini sering disebut dengan behavioral finance. Baca juga artikel : Random Walk Theory

Terdapat 4 jenis tipe investor menurut CFA Institute, masing-masing tipe memiliki bias prilaku yang khusus. Memahami tipe investor seperti apakah anda akan dapat membantu dalam menentukan tujuan investasi jangka panjang seperti apa yang akan menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih baik. Berikut ke empat jenis tipe investor tersebut : 




Preservers
Preservers merupakan investor yang memprioritaskan keamanan dalam berinvestasi dan menjaga kekayaannya dibandingkan mengambil risiko untuk meningkatkan kekayaan. Mereka sangat memperhatikan aset dan cenderung menghindari kerugian dan kinerja yang bersifat short term. Mereka juga mengalami kesulitan dalam mengambil tindakan karena takut akan salah dalam mengambil keputusan investasi.
Tantangan utama seorang Preservers : Strategi investasi haruslah dibagi menjadi akun untuk jangka pendek, menengah dan panjang. 

Accumulators
Accumulator merupakan investor yang tertarik dengan mengakumulasi kekayaan dan percaya diri dalam melakukannya (mungkin terlihat ambisius). Seorang akumulator menginginkan untuk mengendalikan dirinya sendiri dalam pengambilan keputusan. Mereka seorang pengambil risiko dan mempercayai jalur apapun yang mereka tempuh adalah benar.
Tantangan seorang akumulator adalah : Overconfidence. Overconfidence atau terlalu percaya diri merupakan sifat alami manusia. Sebagai seorang investor, akumulator secara konsisten mengoverestimate kemampuannya dalam memprediksi tingkat return di masa mendatang. Baca juga artikel tentang : Review Buku The Little Book of Behavioral Investing



Followers
Followers merupakan investor yang cenderung mengikuti apa yang orang lain katakana entah itu teman, rekan kerja , analisis saham, berita dibandingkan memiliki idenya sendiri dalam mengambil keputusan dalam berinvestasi. Seorang follower kurang tertarik atau kurang dalam pengetahuan investasi maupun pasar keuangan dan proses pengambilan keputusannya tidak memperhatikan plan jangka panjang.
Problem seorang followers : Sifat heard mentality yang merupakan konsep bahwa mengikuti apa kata orang lain adalah benar. Seringkali hal inilah yang merupakan dasar terjadinya bubble dan crash pada pasar modal. Jika anda seorang follower, maka anda akan cenderung mengikuti apa kata fund manajer atau analis pasar modal yang sudah dibekali banyak alat dan sumber daya dalam memperoleh informasi dalam hitungan detik. Investor ritel saat mengikuti saran tersebut cenderung akan “terlambat”. Adalah penting untuk memahami keputusan investasi anda dan bagaimana hal tersebut akan cocok dengan planning yang sudah dibuat.


Independents
Independen merupakan investor yang memiliki ide yang original tentang investasi dan ingin terlibat dalam proses investasi tersebut. Tidak seperti para followers, seorang independen sangat tertarik terhadap ilmu pengetahuan dalam berinvestasi, prosesnya dan apa yang terjadi pada pasar keuangan. Banyak seorang yang tergolong independen memiliki pemikiran yang analitikal dan kritis serta percaya terhadap dirinya sendiri untuk membuat keputusan yang meyakinkan dan terinform dengan baik, namun risiko terhadap gagalnya keputusan tersebut sudah terakomodasi dalam penelitian mereka.

Tantangan seorang independen: Hampir mirip dengan seorang akumulator yang memiliki overconfidence bias. Sebagai seorang manusia kita memiliki kemampuan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita benar atau tidak memerlukan bimbingan orang lain, bahkan ketika itu tidak seharusnya kita lakukan.
Penggolongan ini hanyalah sebagai pengenalan untuk lebih memahami diri sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi karena investasi yang baik adalah investasi yang paham akan segala jenis risiko dan return yang dapat dihasilkan serta kembali ke profil risiko seseorang secara pribadi. 
Baca juga artikel terkait : 




0 komentar:

Posting Komentar