10 Kesalahan Investor Pemula

10 Kesalahan Investor Pemula dalam berinvestasi Saham

Berinvestasi dan memperoleh hasil investasi yang lebih besar dibandingkan sekedar ditabung atau didepositokan saja tentunya menarik minat banyak orang, termasuk saya sendiri :D. Berinvestasi tentu tidak melulu hasilnya baik atau positif saja, bisa jadi apa yang kita sudah investasikan akan hilang atau malah minus apabila kita belum paham dengan baik seperti apa investasi tersebut. Berikut adalah 10 kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para investor pemula yang diambil dari investopedia.com :

Berinvestasi tidak sama dengan berjudi
Jangan mencampuradukkan antara investasi dengan spekulasi atau judi. Jika misalnya anda memilih saham menggunakan feeling analysis alias pake perasaan sudah jelas itu bukan investasi namanya :D .

Riset merupakan kunci penting

Melakukan penelitian sangat membantu anda dalam memahami instrument atau produk investasi yang anda inginkan. Contohnya apabila anda ingin berinvestasi di saham maka pelajari terlebih dahulu apa itu saham, perusahaan yang sahamnya ingin anda beli dan tentu saja prospek bisnisnya ke depan seperti apa. Baca juga artikel : AnalisisFundamental Saham 

Tidak memiliki orientasi jangka waktu
Kebanyakan investor pemula belum membuat perencanaan dalam hal seberapa lamakah investasi itu ingin dinikmati hasilnya. Misalnya apabila anda ingin berinvestasi dengan tujuan untuk membeli rumah maka time framenya akan menjadi medium term atau jangka menengah (sekitar diatas 5 tahun), berinvestasi yang tepat tentu saja bukan menabung di rekening bank karena imbal hasil atau returnnya tidak sebanding dengan yang diinginkan.

Tidak memperhatikan antara risk dan return
Sesuai dengan konsep high risk high gain maka sudah sewajarnya apabila tingkat return yang diinginkan tinggi maka tingkat risikonya juga tinggi. Jika suatu investasi menawarkan tingkat pengembalian yang menarik, maka perhatikan profil risiko dan perhatikan seberapa banyak anda rela kehilangan uang anda apabila ternyata investasi tersebut tidak berjalan dengan baik (untuk di Indonesia ingat untuk memastikan bahwa investasi tersebut legal dan terdaftar serta diakui oleh OJK). Baca juga artikel : Mengapa Berinvestasi di Saham

Tidak memperhatikan tingkat risiko yang dapat anda tanggung
Seperti halnya dengan kepribadian dimana terdapat berbagai macam jenis kepribadian, begitu juga dengan jenis risiko yang dapat ditanggung oleh seseorang. Ada tipe orang yang tergolong risk aversion¸risk taker dan sebagainya. Contohnya apabila anda bukan tipikal orang yang nyaman melihat volatilitas naik turun harga saham yang cepat mungkin anda lebih baik memilih saham blue chip pada perusahaan yang tergolong sudah mature saja dimana volatilitas atau pergerakan harga sahamnya tergolong stabil.

Tidak melakukan diversifikasi
“do not put all your eggs in one basket” merupakan kalimat yang sering kita dengar apabila membahasa diversifikasi investasi. Tujuan melakukan diversifikasi adalah menghindari overexposure pada satu investasi. Memiliki portofolio yang terdiri dari berbagai jenis investasi akan melindungi anda apabila salah satunya mengalami kerugian. Hal ini juga membantu apabila terjadi volatilitas dan perubahan harga yang ekstrim pada salah satu investasi. Misalnya portofolio investasi anda dapat terdiri dari deposito, saham, obligasi dan properti. Apabila terjadi misalnya kelesuan pada sektor property sehingga anda tidak memperoleh hasil dari sewa property seperti biasanya maka dapat ditutupi dari hasil investasi lainnya.   Baca juga artikel : 3 Strategi Investasi Jangka Panjang yang terbukti berhasil

Jangan Terkecoh dengan Harga
Hanya karena anda dapat membeli suatu investasi di harga yang rendah bukan berarti itu akan menghasilkan investasi yang bagus. Berinvestasi merupakan seni dalam menemukan nilai atau value. Saham dengan harga yang tergolong tinggi misalnya diatas Rp 20.000,- per lembarnya bisa saja menawarkan nilai yang lebih baik dalam hal prospek ke depannya dibandingkan dengan saham suatu perusahaan yang berharga Rp 500,- per lembar. Tentunya anada wajib melakukan riset terlebih dahulu dan mengetahui apa itu Price Earning Ratio dan Price Book Value. Baca juga artikel : Nilai Buku atau Nilai Pasar

Perhatikan juga Pajak
Dalam setiap investasi jangan lupa juga untuk memperhatikan yang namanya pajak. Sebagai warga negara yang baik adalah kewajiban kita untuk membayar pajak demi pembangunan. Misalnya anda akan dikenakan pajak penghasilan sebesar 15% untuk obligasi, deposito 20%, reksa dana 0%, dividen yang diperoleh dari saham sebesar 10%.

Perhatikan juga fee
Apabila anda berinvestasi di saham maka akan dikenakan fee setiap melakukan transaksi. Feenya sangat rendah dikisaran 0,1 % – 0,2 % per transaksi. Ingin membuka rekening sekuritas? Bagi pembaca yang tinggal di Bali bisa menghubungi saya :D

Memiliki Asumsi bahwa Tidak Semua Orang Cocok Melakukan Riset

Melakukan riset memang bukanlah pekerjaan yang mudah namun menemukan investasi yang tepat akan lebih tinggi peluangnya apabila kita melakukan riset terlebih dahulu. Baca juga artikel : Konsep Fundamental terkait Keuangan dan Investasi

Baca juga artikel terkait lainnya :

Komentar