10 Tips untuk Investasi Jangka Panjang di Saham

10 Tips Investasi Saham Jangka Panjang

Setelah paham yang namanya investasi dan bagaimana menghindari kesalahan yang biasa dilakukan oleh investor pemula ada baiknya kita perlu juga mengetahui 10 tips investasi saham jangka panjang yang paling tidak dapat menjadi pedoman dalam berinvestasi saham. Masing-masing tips ini merupakan tips dari sisi fundamental yang wajib diketahui oleh para investor. Artikel ini diambil dari investopedia dan diubah dengan bahasa yang lebih mudah dibaca :D dan konteks di pasar modal Indonesia.

1. Jual saham yang dalam posisi loss (rugi) dan let the winners ride (saham dengan keuntungan dibiarkan malah ditambah lagi)

Investor saham selain menerima dividen juga mendapatkan keuntungan dari capital gain yaitu kenaikan harga saham, namun kebanyakan lebih memilih untuk menahan sahamnya yang masih dalam posisi loss dengan harapan akan segera naik dan memilih menjual cepat sahamnya yang baru naik sedikit :D, padahal seandainya anda diamkan maka sky is the limit. Contoh harga saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) pada tanggal 8 Januari 2014  di posisi Rp 7175 per lembarnya dan saat ini dalam waktu hanya 3 tahun lebih sudah berada di posisi Rp 15.600 per lembar atau naik lebih dari 2x lipat :D. Apabila seorang investor belum tahu kapan saatnya untuk melepaskan saham yang sudah posisi rugi maka scenario terburuknya adalah saham tersebut akan jatuh pada harga yang tidak terpikirkan sebelumnya. Cut loss memang bukan solusi yang wajib dilakukan apabila memiliki saham yang dalam posisi rugi apabila kita merasa fundamental perusahaan tersebut baik-baik saja, namun apabila memang terjadi perubahan fundamental yang signifikan maka sudah saatnya untuk melepas saham tersebut. Misalnya apabila memang prospek bisnisnya di masa depan yang terancam dengan adanya pemain baru yang lebih kreatif. Secara teori mungkin mudah untuk mengatakannya namun dalam praktisnya tentu saja susah menjual rugi suatu saham :D karena sifat manusia mana ada yang mau jual rugi kan. Baca juga artikel : Analisis Saham Fundamental 


2. Jangan terbiasa dengan rekomendasi
Meskipun rekomendasi atau tips berasal dari saudara anda, tetangga anda atau broker sekuritas anda bukan berarti itu 100% akan benar. Saat anda berencana berinvestasi, pastikan untuk mengetahui apa alasan anda berinvestasi. Lakukan Do Your Own Research dan analisis setiap perusahaan dimana anda ingin membeli sahamnya. (Baca juga artikel : Menjadi Analis Saham Untuk Diri Anda Sendiri). Tergantung terhadap rekomendasi dari orang lain bukanlah jalan keluarnya, malah itu mirip yang namanya dengan spekulasi. Tentu saja apabila beruntung maka rekomendasi tersebut akan menguntungkan tapi tentunya tidak selalu bukan?. Dalam jangka panjang adalah mustahil bagi anda hanya mengandalkan rekomendasi dari orang lain untuk bisa bertahan berinvestasi di saham. 

3. Jangan Terlalu Memikirkan Hal Sepele mungkin ini terjemahan yang pas untuk Don’t Sweat The Small Stuff :D

Jangan panic ketika investasi anda mengalami pergerakan yang signifikan di jangka waktu yang pendek. Ketika membicarakan investasi maka anda seharusnya melihat gambaran umumnya. Ingatlah mengapa anda membeli saham tersebut diawal, lihat keunggulannya dan produknya apakah dapat bertahan lama, lihat juga manajemennya sehingga anda tidak perlu khawatir dengan volatilitas jangka pendek. Baca juga artikel : Analisis Kualitatif dalam Menilai Suatu Perusahaan


Seorang trader saham akan mengamati pergerakan saham dalam hitungan menit, jam dan hari, perubahan atau fluktuasi harga tersebut yang akan menjadi keutnungannya. Bagi seorang investor jangka panjang maka pergerakan sahamnya hitungannya adalah tahunan. Jadi tetap fokus dengan rencana awal anda dengan makin mengedukasi diri sendiri tentang investasi saham. Baca juga artikel : Menjadi Kaya dengan Membeli Saham Dividen

4. Rasio PER penting namun bukanlah segalanya
Investor yang sudah paham tentang analisis fundamental sering beranggapan bahwa Rasio Price Earning adalah segalanya padahal hal tersebut tidaklah mutlak atau absolut. Rasio price earning hanyalah salah satu metode analisis dan harus dilihat dalam konteks yang lebih luas serta digabungkan dengan analisis yang lain. Jadi rasio PER yang rendah bukan berarti saham tersebut undervalued begitu juga sebaliknya. Baca juga artikel : Kinerja Portofolio Saham Undervalued dan Overvalued pada Indeks LQ 45)

5. Konsep bahwa membeli Saham Pecahan Nominal kecil lebih aman dibandingkan pecahan nominal besar tidaklah benar.
Terdapat konsepsi bahwa membeli saham pecahan kecil peluang untuk ruginya lebih kecil dibandingkan dengan membeli saham pecahan besar. Hal ini di Amerika dikenal dengan penny stock , pendapat saya sendiri belum ada penelitian yang secara khusus meneliti hal tersebut sehingga belum bisa dikatakan hal tersebut benar.

6. Pilihlah strategi yang cocok dengan anda dan konsisten untuk mengikuti strategi
Masing-masing investor memiliki metode yang berbeda dalam memilih saham dan mendapatkan target investasinya. Terdapat banyak cara sukses yang terbukti berhasil di investasi saham. Ketika anda menemukannya maka tetaplah fokus dan stick dengan strategi tersebut. Ambil contoh dengan apa yang dilakukan oleh Warren Buffet ketika di era 90an terjadi booming saham dotcom, dia lebih memilih untuk tidak ikut serta membeli saham dotcom yang akhirnya crash. Memang akan sulit menemukan strategi mana yang cocok buat kita di awal anda memutuskan berinvestasi di saham karena ada banyak strategi yang dapat diikuti mulai dari strategi value investing, strategi dividen stock as income, strategi indeks pasar dan sebagainya. Semuanya wajib disesuaikan dengan karakter anda sendiri :D . Baca juga artikel : 3 Strategi Investasi Jangka Panjang yang terbukti Berhasil.

7. Fokus ke Masa Depan
Hal yang sulit ketika berinvestasi adalah kita membuat keputusan berdasarkan apa yang belum terjadi. Sangatlah penting untuk diingat meskipun menggunakan data masa lalu sebagai bahan analisis, yang paling penting adalah apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Sebuah quote dari Peter Lycnh di bukunya “One Up on Wall Street” tentang pengalamannya membeli saham Subaru karena saham tersebut masih murah dimana intinya adalah membuat keputusan berdasarkan potensinya di masa depan dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Hal ini memang agak susah dianalisis karena sifatnya yang subjektif, sama halnya dengan kondisi saat ini siapa yang mengira kalau mode transportasi TAXI konvensional akan dikalahkan oleh mode transportasi online dimana yang bikin aplikasinya sebenarnya ga punya taksi tapi menggunakan taksi dari pengemudi yang ingin sharing profit dari aplikasi yang telah ia buat :D brilian bukan. Baca juga artikel : Strategi Pemilihan Saham Peter Lynch.  
10 Tips Investasi Saham Jangka Panjang

8. Adopsi sudut pandang jangka panjang.
Investasi dan trading merupakan hal yang berbeda. Trading melibatkan banyak hal dari berbagai jenis risiko yang investor buy and hold tidak alami. Seorang trading saham yang aktif memerlukan skil yang khusus. Baik investor ataupun trader memiliki pro dan kontranya, yang pasti apabila anda ingin menjadi seorang yang berhasil entah itu trader ataupun investor maka anda harus bersedia untuk meluangkan waktu untuk belajar, mengedukasi sendiri dan memiliki niat untuk sukses. Baca juga artikel : Review Buku Little Book of Behavioral Finance

9. Milikilah pikiran yang terbuka
Return yang tinggi tidak melulu berasal dari perusahaan yang sudah stabil saja atau masuk dalam kategori saham blue chip. Saat ini ada lebih dari 500an emiten di Bursa Efek Indonesia dan semuanya memiliki potensi untuk menjadi perusahaan yang menguntungkan tinggal dari kita sendiri yang berusaha mencari dan memiliki open mind untuk mencarinya.

10. Perhatikan pajak namun tidak menjadi hal yang harus dikhawatirkan

Untuk di Indonesia pajak penghasilan akan dikenakan apabila kita menjual saham yang besarnya setengah dari fee jual dan menerima dividen yang besarnya 10% dari total dividen yang diterima. Baca juga artikel : 10 Kesalahan Investor Pemula

Baca juga artikel terkait lainnya : 

Komentar